DAMPAK ULAT BULU PADA MANUSIA UMUMNYA RINGAN


Serangan ulat bulu akhir-akhir ini meresahkan masyarakat khususnya di berbagai daerah seperti Jatim, Jateng dan Jabar. Namun serangan ulat bulu ini belum sampai ke taraf yang merugikan bagi pertanian maupun kesehatan.  Di bidang kesehatan, dampak ulat bulu pada manusia pada umumnya  ringan, berupa gatal-gatal di kulit seperti alergi.

Kendati dampaknya bagi kesehatan ringan, masyarakat dianjurkan menghindari kontak langsung dengan ulat bulu. Menutup makanan minuman dan membersihkan lingkungan.  Terus mengaktifkan cuci tangan pakai sabun (CTPS). Apabila ada gangguan kesehatan, segera kontak ke Puskesmas dan fasilitas kesehatan terdekat.

Hal itu disampaikan Prof. Dr. Tjandra Yoga Aditama, Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Kemkes pada Jumpa Pers bersama Menteri Pertanian, Ir. H. Suswono, MMA di Jakarta, 8 April 2011.

Dirjen P2PL menambahkan, Kementerian Kesehatan dan Dinas Kesehatan  telah melakukan berbagai kegiatan yaitu koordinasi dengan Kementerian Pertanian di tingkat pusat serta Dinas Kesehatan dan Dinas Pertanian di daerah. Surveillance kejadian penyakit melalui petugas surveilans kabupaten. Penyuluhan kepada masyarakat, kewaspadaan dini petugas dan sarana kesehatan, pembentukan Pos Kesehatan, pengaktifan Puskesmas untuk siaga kalau memang ada pasien dan mengirim surat edaran Direktorat Jenderal P2PL ke Dinas Kesehatan.

Menurut Menteri Pertanian, di Jawa Timur serangan ulat bulu terjadi di Banyuwangi, Probolinggo dan Jombang. Di Banyuwangi, ulat bulu menyerang tanaman mindi, di Probolonggo menyerang pohon mangga dan di Jombang menyerang tanaman asem. Sedangkan di Bekasi menyerang tanaman alpukat.

“Jadi ulat bulu, tidak menyerang tanaman padi dan jagung”, ungkap Mentan.

Serangan ulat bulu yang paling masif di Probolinggo mulai bulan Maret dan puncaknya pada 6 April di 9 kecamatan secara sporadis. Jumlah pohon mangga yang diserang 1,2% atau 14.813 pohon dari 1.227.879 pohon mangga yang ada di Kabupaten Probolinggo.

Ulat bulu aktif pada malam hari, memakan daun mangga. Menyebabkan daun mangga mengering, rontok dan pohon menjadi gundul tetapi tidak mematikan tanaman. Pada siang hari, ulat bulu berlindung di tempat-tempat yang teduh baik di tanaman mangga maupun di tembok-tembok rumah maun kandang hewan.

Berita ini disiarkan oleh Pusat Komunikasi Publik, Sekretariat Jenderal Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi melalui nomor telepon: 021-52907416-9, faks: 5223002, 52921669, Call Center: 021-500567,   021-500567, 30413700, atau alamat e-mail puskom.publik@yahoo.co.id info@depkes.go.id kontak@depkes.go.id

sumber Depkes.go.id

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: